berlagak bagai cenayang ahli bermahkotakan kemenyan
menyibakkan asap dari korek serta dedauan yang dibakarnya di atas tungku
asapnya menyesakkan, orang lain maupun dirinya
katanya dia ahli, tapi huh, dia hanya gadungan
dia saja terbatuk-batuk oleh asapnya sendiri
terlalu banyak api
asapnya jelas jadi banyak, mengepul
mau keluar, lupa menaruh kunci
matilah kau hai cenayang, mukamu palsu, mantramu juga palsu
rumah kayumu memang sengaja kau bangun sangat rapat
awalnya orang lain tak tahu bagaimana praktikmu
tapi ternyata itu mebunuhmu
kunci rumahmu kau selipkan di bawah sepatu
agar orang lain tak bisa menemukannya menempel di lubang kunci
payah kau, bahakan kau tak tau kapan tanggal matimu, padahal kau cenayang
palsu . .
No comments:
Post a Comment