ketika aku menemukan sebuah botol minuman berisi air minum
kulihat isinya masih segar
di depanku ada seorang pengemis
dia bersimpuh dengan kakinya yang buntung
kulihat tidak ada mangkuk berisi recehan atau tempat untuk menaruh recehan
dia mengarahkan telunjuknya ke botol yang aku pegang
aku haus, dia terlihat sangat ingin aku memberinya botol itu
aku tak tahu, apakah air ataukah botol
dia tidak punya tempat recehan, padahal itu penting untuk seorang pengemis
ya sudah, aku teguk habis minuman itu. ku berikan botol kosong itu
dia seketika mencaciku. Goblok!
Thursday, 15 November 2012
Olah Rasa
keindahan adalah masalah rasa, bagaimana kita mengolah rasa
terasa.
setiap orang memiliki kadar selera yang berbeda
indah.
dibedakan, ada yang jelek dan ada yang bagus. katanya.
bagus itu berwarna, rapi, teratur, berpola, bertema, bermakna. katanya
yang tidak seperti di atas itu sama saja jelek. katanya
Tuhan itu ada, Dia mencipta karena Dia sang pencipta.
ciptaanNya bagus semua. Iya.
hal yang kita katakan jelek juga ciptaanNya. memang.
kejelekan juga merupakan bentuk keindahan
keindahan itu luas.
mari kita nikmati keindahan
terasa.
setiap orang memiliki kadar selera yang berbeda
indah.
dibedakan, ada yang jelek dan ada yang bagus. katanya.
bagus itu berwarna, rapi, teratur, berpola, bertema, bermakna. katanya
yang tidak seperti di atas itu sama saja jelek. katanya
Tuhan itu ada, Dia mencipta karena Dia sang pencipta.
ciptaanNya bagus semua. Iya.
hal yang kita katakan jelek juga ciptaanNya. memang.
kejelekan juga merupakan bentuk keindahan
keindahan itu luas.
mari kita nikmati keindahan
Tuesday, 2 October 2012
just call me
call me freedom
call me independence
call me happiness
call me smart
call me hard
call me fear
call me now
call me independence
call me happiness
call me smart
call me hard
call me fear
call me now
Saturday, 18 August 2012
Drumming
ada yang mengganjal ketika aku tak tahu tentang sesuatu . . ya, aku memang gak mau terlihat bodoh dan tak tahu apa-apa.
ketika aku tahu tentang beberapa hal, aku cepat merasa penuh. puas dan lega. itu manusiawi
ada yang lebih tahu dari aku, malah merasa tidak diperlakukan adil. goblok ya?
cerita ini berawal dari perkenalanku dengan teman-temanku semasa SMP. kita masih haus akan kedewasaan, merasa sudah bisa ngapain aja . . padahal kita masih dangkal otaknya. Waktu itu menjadi anak populer di sekolah memang hal yang paling diimpikan oleh semua anak. Susah banget buat dapet predikat populer atau berbakat. Banyak yang harus dipertaruhkan, termasuk prinsip. Flashback bentar ke masa kecilku yaa . . wuuuuusssh!
Oke, dari awal aku memang anak jaim yang sok menduduki kasta tertinggi (menurut pendapatku). Sejak kecil aku memang tidak diperbolehkan bergaul dengan anak di sekitaran rumah. Kata ibu, mereka sering ngomong kotor. Padahal sekarang aku sering banget pake kata-kata itu. Jancok, asu, dsb. Mari balik ke masa SMP . . wuuuuuusssh!
Di SMP aku mulai mengenal pergaulan yang agak tough kita kudu bisa membaur dengan anak-anak nakal biar bisa dapet suaka. Sekadar membaur aja, gak perlu jadi bagian dari mereka. Kembali ke bahasan anak populer. Anak populer disini identik dengan pinter, berbakat, kaya, rupawan, banyak pacar, preman. Meskipun kategori "pinter" ada di urutan pertama, bukan berarti dengan modal ranking 1 kamu bakalan jadi populer. Kasian mereka.
Dengan modal selera musik yang pas-pasan,aku nyoba bikin band sama beberapa anak nakal di sekolah. Terbukti berhasil, dengan metode aji mumpung . . memanfaatkan kenakalan anggota band yang bisa mendongkrak popularitas. Lagu pertama yang kita mainkan adalah SLANK -_-
Sebenernya aku cuma mau cerita tentang Drum. Iya, Drum. -_- (kenapa gak dari tadi)
Drum itu alat musik pertamaku, lebih tepatnya kaleng cat.
Dulu pertama kali main drum pas SMP. Gak pernah les ato mengenyam pendidikan musik sebelumnya. Cuma mengandalkan telinga sama feeling.
lanjut minggu depan yaaaaa . .
Ini sudah minggu depan, trus kedepan lagi.
Main musik adalah kegiatan terfavorit, meskipun orang tua tidak mendukung kegiatanku di sana. Takut aku lupa sama sekolah katanya. Padahal ya ngeband adalah salah satu alasanku mau berangkat ke sekolah. Kalo ga sekolah aku ga akan bisa ketemu temen-temenku trus pulang bareng trus mampir studio. Drumming juga pekerjaan sampinganku, memang belum pernah dibayar karena main drum, tapi aku bangga dengan gelarku sebagai drummerdi sekolah. Seperti yang aku bilang tadi, aku gak pernah ikut les musik ato apapun lah itu . . yaaaaa karena ortu ga terlalu dukung itu, jadi ya ga di-les-in. Untungnya aku aktif dengerin lagu dan ga lupa buat gerakin badan, jadi latian main drum ya dari situ. Ini cerita pas SMP, jadi masih goblok. Main drum itu ga sulit, tapi ribet. Bayangin, ada 4 bagian tubuh yang harus digerakin dan masing-masing gerakannya beda . . dengan kapasistas otak yang kayak pentium wartel itu semua hampir ga mungkin. Pertama kali main drum, aku ga bisa mukul hi-hat pake tangan kanan, akhirnya pake teknik open-handed. Dulu gak tau kalo itu namanya open-handed, teknik itu aku bisa mainin di drum soalnya aku suka gebuk2 meja pas dengerin lagu, dan tangan kiriku yang jaga tempo. Kebiasa jadiin tangan kiri buat jaga tempo, akhirnya susah buat mainin snare drum.
Kekuranganku malah jadi kelebihanku. Pas tampil di event lokal deket sekolah, aku main drum yaaa kayak biasanya, pake open-handed. Pas itu ST12 belum ada, drummernya ST12 kan juga pake open-handed. Langsung aja, SMPku namanya jadi lumayan terkenal di SMP lain. Kalo ada festival band gitu, pasti kita ditunggu hahaha. Memang kita mainnya biasa aja . . ga kayak band festival yang kalian bayangin, pas SMP yaa kayak gitu itu. Kita band yang paling miskin. Band SMP lain kalo manggung itu pasti bawa cymbal sendiri, gitarnya keren2, mainnya skillful banget. Lah kita? drummernya cuma modal stick, gitarisnya cuma modal pick . . tapi menariknya adalah, setiap aku turun panggung pasti ditanya "dek, kamu les dimana?" NGOK. Mungkin karena ngeliat aku main open-handed kali ya? padahal aku main itu biasaaaaa bangeeeettt . . tempo naik turun, main juga sering banget salah . . eeeeeh ditanyain les dimana (-_-) aku jawab aja "gak les pak". Waktu itu yang nanya kayaknya salah satu orang tua peserta. Bukan pengen sombong, tapi di titik itu aku ngerasa diakui. Pokoknya, kalo kamu drummer dan kamu otodidak . . tetep pede, jangan takut, jangan malu dengan apa yang kamu mainkan. Level apapun skillmu tetep main aja. Namanya juga proses . . butuh waktu yang ga sebentar. Jadi, hargai tiap proses yang kamu lakukan. Cari potensi istimewamu di mana . . latih, kuasai, tonjolkan. Drummer otodidak bukan berarti kamu cuma belajar mainin lagu aja trus stop disitu-situ aja, jangan. Pelajari juga tekniknya, beat2 musik lainnya. Drummer otodidak memang agak lebih lambat daripada yang berguru. Kita memang harus melewati banyak trial and error lebih sering, dan waktunya lebih lama banget. Tapi gapapa, yang penting jaga passionmu tetep di drumming. Jadiin passionmu jadi semangatmu buat terus latian dan main drum.
Tuesday, 29 May 2012
asupan
seperti gorengan yang baru diangkat dari penggorengan yang seharian menggoreng
masih anget, berminyak dan garing
jika dimakan orang yang panas dalam itu tidak baik, tapi jika dimakan orang yang lapar akan jadi kenyang
Saturday, 28 January 2012
Cecenanayangyang
berlagak bagai cenayang ahli bermahkotakan kemenyan
menyibakkan asap dari korek serta dedauan yang dibakarnya di atas tungku
asapnya menyesakkan, orang lain maupun dirinya
katanya dia ahli, tapi huh, dia hanya gadungan
dia saja terbatuk-batuk oleh asapnya sendiri
terlalu banyak api
asapnya jelas jadi banyak, mengepul
mau keluar, lupa menaruh kunci
matilah kau hai cenayang, mukamu palsu, mantramu juga palsu
rumah kayumu memang sengaja kau bangun sangat rapat
awalnya orang lain tak tahu bagaimana praktikmu
tapi ternyata itu mebunuhmu
kunci rumahmu kau selipkan di bawah sepatu
agar orang lain tak bisa menemukannya menempel di lubang kunci
payah kau, bahakan kau tak tau kapan tanggal matimu, padahal kau cenayang
palsu . .
menyibakkan asap dari korek serta dedauan yang dibakarnya di atas tungku
asapnya menyesakkan, orang lain maupun dirinya
katanya dia ahli, tapi huh, dia hanya gadungan
dia saja terbatuk-batuk oleh asapnya sendiri
terlalu banyak api
asapnya jelas jadi banyak, mengepul
mau keluar, lupa menaruh kunci
matilah kau hai cenayang, mukamu palsu, mantramu juga palsu
rumah kayumu memang sengaja kau bangun sangat rapat
awalnya orang lain tak tahu bagaimana praktikmu
tapi ternyata itu mebunuhmu
kunci rumahmu kau selipkan di bawah sepatu
agar orang lain tak bisa menemukannya menempel di lubang kunci
payah kau, bahakan kau tak tau kapan tanggal matimu, padahal kau cenayang
palsu . .
Karyaku Resolusi Kecil 1 Megapiksel
sedekat itu saja aku mudah ternyala nyala
terhening hening kadang tak membalik arah mataku
itu percuma, yang aku gunakan terlalu kecil . . tak sebesar yang kau gunakan
dia berkata bahwa yang kita gunakan sama
sejauh itu pandangannya ke garis horizon
pandanganku malah tertutup botol mizone
itu 1 megapiksel, tapi bisa jadi alat transportasi kataku
apalagi 8 megapiksel, bisa jadi pesawat terbang
liar kataku, imajinasiku 25 megapiksel
bisa menembus waktu, melihat yang sesuatu yang seakan pasti terjadi
dia berkata, bahwa lingkaran yang ia datangi memberi jawaban
25 megapiksel milikku zooming 2 kali lipat
aku save gambarnya, aku katakan padanya
dia berkata, "ooh begitu?"
tapi aku masih takut dengan 8 megapiksel, air garam, dan 22
Wednesday, 11 January 2012
Ruam
Adakalanya kita gatal gatal
Kadang bisa digaruk kadang tidak
Penyakit itu datangnya tak terduga
Jelek, memalukan, risih, tidak nyaman
Katanya ini alergi, tapi sepertinya ini epidemi
Mungkin orang lain juga merasakan gatal dan ruam
Tapi aku susah menemukan obat, niat, kuat
Aku ruam-ruam, memerah seperti darah
Dia berkata padaku, "ruam itu bisa hilang, kamu harus jadi tajam"
Akan aku hilangkan ruam ini sesegera mungkin, mungkin setelah ini
Hilang . .
Kadang bisa digaruk kadang tidak
Penyakit itu datangnya tak terduga
Jelek, memalukan, risih, tidak nyaman
Katanya ini alergi, tapi sepertinya ini epidemi
Mungkin orang lain juga merasakan gatal dan ruam
Tapi aku susah menemukan obat, niat, kuat
Aku ruam-ruam, memerah seperti darah
Dia berkata padaku, "ruam itu bisa hilang, kamu harus jadi tajam"
Akan aku hilangkan ruam ini sesegera mungkin, mungkin setelah ini
Hilang . .
Saturday, 7 January 2012
Osteoporosis
Saat ini
kurasakan sejukmu dalam indah
Menoleh ke
belakang yang juga beraneka
Tusukan tajam
menerjang jantung
Membelah hidupku,
hatiku, dan asa ku
Serasa menemui
cahaya putih, aku bersimpuh di antara kapas
Aku lelaki, aku
juga manusia
Tumpukan rasa ini
berjatuhan, membasahi kapas tempatku terlelap
Malam
menenangkanku, menenggelamkanku dalam gelap, meyelimutiku dalam hangat
(osteoporosis)
Keep In Sight
|
S
|
erpihan dirimu membutakan mataku
Membuatku berjalan hanya dengan meraba
Aku bisa melihatmu namun itu melarutkanku
Berhamburan bagai debu tertiup hembusan angin
Melayang tanpa daya diantara semua cahaya yang mampu membunuhku
Sedikit rangkaian perasaan terhalusku berjatuhan
Menaburi lembaran anganku . .
Angan yang tak beralasan, dan tak dapat terungkap
Perlahan serpihan dirimu menjernihkan mataku
Tak lagi perih, namun semakin indah . .
Melihat hadirmu, marasakan lembutmu, menyentuh ragamu
Tergambar jelas di ruang kosongku, namun tak mampu bersuara
Hanya sebuah lukisan perasaan yang ingin kupajang di dinding hatimu
Aku ingin bulan turun ke bawah dan menyapaku
Dengan sinarnya yang hangat, aku ingin kau melihatku
Berdiri menunggu memberikan lembaran cintaku padamu
(keep in sight)
Bimbang Berbahagia
|
A
|
ku tak bisa dipaksa untuk menghitamkanmu
Ruang terkecilku sudah terisi penuh olehmu
Datang memberiku segenggam api kecil
Namun terangnya hingga cakrawala pikiranku
Menggeser sudut tersempit dalam rongga nafas
terdalamku
Lalu bertiup nafas lembutmu di antara lembaran
hariku
Membasahi hamparan gurun batinku
Panas, menjadi sejuk . .
Itulah dirimu, memutar semua putaran yang tak
berputar
Membingungkanku untuk mewarnaimu
Aku tak berwarna, tapi ingin memberi warna
Bagai tidur diatas pecahan kaca . .
Hanya bisa menelusuri alam hampa
Menerka warna apa yang ingin kuberi
Apakah merah, kuning, atau hijau
Ataukah semuanya?
Datanglah sebuah zat tak berwarna
Yang akhirnya dapat memberiku warna
Mewarnaiku dan mewarnaimu
(bimbang berbahagia)
Kembali . .
A
|
roma lembut nada kunci C mengalir di telingaku
Pita suaraku tak gapai meraih melodi
Melihat cahaya putih tak berbekas
Meninggalkan angan seakan membungkusnya dengan
rapi
Milyaran genggam api coba kunyalakan
Tetap membungkam mulutku dan melipat lidahku
Angin tak bertiup ramah, hingga senja menggantung
Kunyalakan lagi api, dan kali ini terang
Cukup untuk membakar kain sutra yang tergulung
Kainnya terbakar tetapi tidak hangus
Hanya saja tetap menyala terbakar hingga sekarang
Dan menjadi api terang abadi hingga angan keluar
dari bungkusnya
(kembali)
SUDAHKAH AKU BIRU?
S
|
elembar daun bermahkotakan embun terlihat biru di mataku
Hamparan api tak memerahkan pandanganku
Semua masih biru, beku . .
Langitpun biru, lautpun biru, semua masih biru
Biru biru biru
Itu aku yang memanggilmu namun suaraku tak lagi biru
Hitam seperti langit malam, tak bersuara
Mencoba biru, tapi masih hitam . .
Tetes embun membasahi akar hatiku
Dan sekarang hijau
Tetap mencoba biru tapi masih hijau
Hamparan api membakar mataku
Sekarang mulai biru, biru untuk melihatmu
Nafasku masih dangkal, lidahku kering tak bergerak
Sebentar aku melangkah menuju biru
Membawa sedikit merah untukmu, hanya kepadamu
Biru telah kembali padaku, menjernihkan dasar pikiranku
(sudahkah aku biru?)
Subscribe to:
Comments (Atom)